POTENSI DAN PRAKTEK BISNIS MINYAK KEMIRI

 

Paper Bisnis Kehutanan                                                                                  Medan,  April 2021

POTENSI DAN PRAKTEK BISNIS DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DI SEKTOR KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN (MINYAK KEMIRI)

 

Dosen Penanggung Jawab:

Dr. Agus Purwoko, S. Hut, M. Si

 

Disusun Oleh:

Jennifer Sri Pinta Pakpahan

181201130

MNH 6

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Bisnis Kehutanan yang berjudul “Potensi Dan Praktek Bisnis Dalam Pemanfaatan Sumberdaya Di Sektor Kehutanan Dan Lingkungan (Minyak Kemiri)” ini ditulis untuk melengkapi tugas Bisnis Kehutanan.

Penulis megucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen penamggung jawab Dr. Agus Purwoko, S. Hut, M. Si  sebagai pembimbing sekaligus informan yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan dorongan dan dukungan sehingga menambah semangat dalam penyusunan paper ini dan juga kepada semua rekan-rekan di Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa masih banyak Paper Bisnis Kehutanann terdapat kesalahan dalam penulisan maupun percobaan. Oleh karena itu, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaikinya. Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga Paper Bisnis Kehutanan ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya.

 

                                                                        Medan,   April 2021

  

Penulis

 

DAFTAR ISI

 


KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

            1.1 Latar Belakang  ................................................................................. 1

            1.2 Rumusan Masalah  ............................................................................ 2

            1.2 Tujuan  .............................................................................................. 2

BAB II ISI

            2.1 Produksi Minyak Kemiri.................................................................... 3

            2.2 Struktur Biaya Bisnis Minyak Kemiri................................................ 3

            2.3 Manfaat Minyak Kemiri.................................................................... 3

BAB III PENUTUP

            3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 6   
3.2 Saran.................................................................................................. 6
    

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Indonesia  adalah  salah  satu  pusat  keanekaragaman  hayati  dunia  di  samping negara  Brasil.  Dari  Sabang  sampai  Merauke tersebar  beribu-ribu  jenis  tumbuhan. Memang,  sangat  disayangkan  hanya  sebagian  kecil  dari  jenis  tumbuhan  tersebut  yang telah  diteliti  secara  ilmiah  di  laboratorium.  Namun,  sejalan  dengan  derap  langkah pembangunan  di saat  ini  dan  di  masa  yang  akan  datang,  semakin  banyak  lahan  yang  dibuka  akibat  ekspansi  manusia.  Efek negatif yang  nyata  dari  proses  ini  adalah berkurangnya,  bahkan  menghilangnya  berbagai  jenis  tumbuhan  yang  hidup  di  lahan tersebut,  padahal  tumbuhan-tumbuhan  tersebut  dapat  menghasilkan  berbagai jenis bahan  kimia  yang  sangat  potensial  sebagai  bahan  pangan,  kosmetika,  dan  obat-obatan untuk dijadikan sumber usaha secara ekonomi (Yusdar,2015).

Hasil hutan juga jelas merupakan sumberdaya ekonomi potensial yang beragam yang didalam areal kawasan hutan mampu menghasilkan hasil hutan kayu, non kayu dan hasil hutan tidak kentara (intangible) seperti perlindungan tanah, pelestarian sumberdaya air dan beragam hasil wisata. Uraian tersebut di atas terungkap bahwa hutan, kehutanan dan hasil hutan sesungguhnya menjadi sumberdaya (resources) yang mempunyai potensi menciptakan barang, jasa serta aktifitas ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kajian ekonomi akan meliputi semberdaya sendiri-sendiri atau secara majemuk sehingga disebut sumberdaya hutan (Raditya, 2011).

Upaya  pengembangan   bisnis   kemiri   masyarakat   dapat  dilakukan   dengan mengetahui   sasaran  pelanggan   yang   dituju,   nilai   yang   akan  diberikan,   melalui saluran    apa,  bagaimana    hubungannya    dengan   pelanggan    bisa   terjalin,    aliran pendapatannya,   potensi  sumberdaya  yang  dimiliki,  kegiatan-kegiatan   yang  harus dilakukan,    mitra    yang    dapat   membantu,    dan   perkiraan    biaya    yang    harus dikeluarkan.  Semua  faktor  yang  dapat mendukung  upaya  tersebut  tercakup  dalam suatu  pendekatan Business  Model Canvas. Business  Model  Canvas dalam  akan  menjadi  variabel  untuk memberikan     gambaran    keseluruhan     mengenai     bagaimana     mengembangkan, menciptakan  dan  mendapatkan  manfaat  bagi  dan  dari  para  pelanggannya  melalui penjabaran    sembilan    elemen BMC.Bisnis   Model   canvas yang    baik   dapat memberikan   gambaran   terkait   respon  pasar  terhadap  produk  yang   dihasilkan.Dengan BMC diharapkan  masyarakat  dapat  mengembangkan  usaha  kemiri  secara optimal  dan efisien (Gracia, 2018).

Produk  hasil  hutan  bukan  kayu  merupakan  salah  satu  sumber  daya  hutan yang  terkait  langsung  dengan  masyarakat  sekitar  hutan.  Hasil  hutan bukan  kayu dapat  memberikan   atau  meningkatkan   usaha  dan  pendapatan  masyarakat  sekitar hutan.   Salah   satunya   adalah   kemiri,   Kemiri   (Aleurites  Moluccana  (L.)  Willd) merupakan   salah  satu  komoditas  yang  berpotensi   untuk  dikembangkan.   Hal  ini disebabkan  karena  adanya  pasar kemiri  yang  semakin  terbuka  sehubungan  dengan semakin  meningkatnya  kebutuhan  konsumsi  kemiri,  baik  di  dalam  negeri  maupun di luar  negeri. Pengelolaan    dan   pemanfaatan    hutan    kemiri    tidak   dapat   berlangsung sebagaimana   yang  diharapkan   apabila   masyarakat   sekitar  hutan  tidak  memiliki kemampuan  yang  memadai.  Kepemilikan   kemampuan  akan  membedakan  kinerja masyarakat  dalam  mengelola   tanaman  kemiri,   nantinya   akan  terlihat   masyarakat yang  mampu  mengelola  hutan  secara baik dan yang  belum  mampu  mengelola  hutan secara  baik. (Bachri et al, 2019).

 

1.2   Rumusan Masalah 

1. Adapun rumusan masalah dari  paper ini adalah sebagai berikut:

1.      2. Bagaimana produksi minyak kemiri?

2.      3. Bagaimana struktur biaya bisnis minyak kemiri?

3.      4. Apa manfaat minyak kemiri?

           

1.3   Tujuan Masalah

1. Adapun dari tujuan dari paper ini adalah:

1.      2. Untuk mengetahui produksi minyak kemiri.

2.      3. Untuk mengetahui struktur biaya bisnis minyak kemiri.

3.      4. Untuk mengetahui manfaat minyak kemiri

 

BAB II
ISI

 

2.1  Produksi Minyak Kemiri

            Produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktifitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan   atau   input.   Kegiatan   produksi   adalah   mengkombinasi   berbagai   input   atau masukan untuk menghasilkan output.   Proses produksi dari biji kemiri menjadi minyak kemiri  terdapat  aktifitas   sehingga  mendapatkan  output   Minyak  kemiri.  Dalam  rencana produksi minyak kemiri didasarkan pada perhitungan kemampuan alat berproduksi dalam memproduksi minyak kemiri yakni 4-8 Kg per hari dan ketersediaan bahan baku yang berasal   dari   1  (satu)   kelompok   tani yang hanya mampu mensuplai bahan baku 80 Kg dalam 1 (satu) bulan karena hasil biji kemiri juga dialokasikan dan dipasarkan kepada pelanggan yang membeli biji kemiri pada kelompok tani tersebut. Disamping itu kemiri dari kelompok tani tersebut merupakan sumber benih kemiri yang bersertifikat sehingga biji kemiri tersebutjuga dipasarkan sebagi sumber benih.           

 

2.2  Struktur Biaya Bisnis Minyak Kemiri

Struktur  biaya  yang  dikeluarkan  oleh  usaha  ini  sangat  minim (Cost Driven) karena menggunakan    tenaga kerja   dari   keluarga    sendiri.    Selain    itu,    untuk mengeringkan    kemiri    bulat    petani    menggunakan    matahari    sebagai    sumber pengering  alami.  Dengan  demikian  biaya  yang  dikeluarkan   pada usaha  ini  relatif rendah. Untuk   sumberdaya   utama   dan  aktivitas   utama   dalam  identifikasi   yang dilakukan  menunjukan  bahwa  sumber  daya  dan aktivitas  utama  adalah  bahan  baku dan  produksi.  Hingga  saat  ini  petani  kemiri,  hanya  mengandalkan   pemilik   lahan sebagai   mitra   dalam   menjalankan   usahanya.   Mengenai   pengeluaran   biaya  dan pendapatan   yang   diterima petani kemiri,    saat   ini   pendapatan   yang   diterima bersumber   dari  penjualan kemiri   bulat saja,  sedangkan   biaya  yang  dikeluarkan berhubungan  erat dengan proses produksi  kemiri  bulat (gelondongan).

Biaya tetap (Fixed Cost)  adalah biaya yang dikeluarkan oleh usaha pengolahan biji kemiri yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa produksi. Besar kecilnya biaya produksi tersebut tidak dipengaruhi oleh banyaknya produksi yang dihasilkan oleh usaha pengolahan   biji   kemiri.   Adapun   komponen   biaya   penyusutan   peralatan   pada   usaha pengolahan biji kemiri dapat terlihat bahwa biaya peralatan yang paling besar yang harus dikeluarkan untuk menjalankan usaha pengolahan biji kemiri yaitu untuk biaya pembelian alat pengelolaan biji kemiri yaitu sebesar Rp 4.000.000, dan biaya terkecil adalah biaya untuk membeli saringan degan harga sebesar Rp 10.000./buah  jadi total biaya peralatan yang harus dikeluarkan untuk usaha pengolahan biji kemiri adalah Rp 4.190.000, dengan biaya penyusutan per bulan Rp 114.773.  Hal ini sesuai dengan teori bahwa biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan  relatif  tetap  jumlahnya  dan terus  dikeluarkan  walaupun produksi yang dihasilkan besar atau kecil

Biaya variabel adalah biaya yang besarnya sangat tergantung pada jumlah produksi. Biaya   variabel   pada   usaha   pengolahan   biji   kemiri   meliputi   biaya   bahan   baku,   biaya pekerja, dan biaya packing sebesar Rp. 5.640.000,- setiap bulan dengan biaya variableterbesar adalah packing Rp. 2.240.000/bulan produk dan biaya terkecil adalah biaya listrik sebesar   Rp.200.000/bulan.   Hal   ini   sesuai   dengan   terori   bahwa  biaya   tidak   tetap   atau variabel adalah biaya yang dikeluarkan besar kecilnya dipengaruhi oleh   produksi yangdiperoleh. Sehingga total   biaya   tetap   yang   harus dikeluarkan   untuk   pengolahan   minyak   kemiri   adalah   sebesar   Rp   114.773/bulan sedangkan   total   biaya   variabel   adalah   sebesar   Rp  5.640.000/bulan.   Total   biaya   yang dikeluarkan   usaha   pengolahan   biji   kemiri   adalah   sebesar   Rp  5.754.278/bulan.   Hal   inisesuai teori total biaya merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel yang harus dikeluarkan. Pada produksi dalam 1 bulan jumlah pengolahan biji kemiri yangdihasilkan sebanyak 320 botol dengan harga jual Rp.30.000/botol. Maka total penerimaan(pendapatan kotor) perbulan adalah Rp 9.600.000. Dari uraian tersebut total penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 9.600.000sedangkan total biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan minyak  kemiri setiap bulannyaadalah sebesar Rp Rp 5.754.278. Jadi keuntungan yang diperoleh dari total penerimaandikurangi   dengan   total   biaya   yang   dikeluarkan   perbulannya   adalah   sebesar   Rp3.845.722

 

2.3  Manfaat Tanaman Kemiri

Manfaat Kemiri untuk Rambut, kemiri juga bermanfaat untuk kecantikan terutama yang berhubungan dengan rambut. Sudah sejak zaman dahulu kala nenek moyang kita menggunakan buah kemiri yang diambil minyaknya untuk kesehatan-kesehatan rambut. Ada banyak menurut Andaman (2000) cara dalam mengambil minyak dari biji buah kemiri. Bisa dengan cara merebus atau disangrai (goreng tanpa minyak)

1.    Minyak kemiri menyuburkan rambut

            Ambil minyak kemiri secukupnya oleskan secara merata pada rambut dan kulit kepala. Lakukan pijatan-pijatan secara lembut dan biarkan selama semalaman. Keesokan harinya bilas dengan shampo, jangan lupa gunakan kondisioner pada ujung rambut. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan rambut yang subur, lebat dan tebal.

2.    Mengatasi Rambut rontok

             Kandungan protein dan mineral yang terdapat dalam buah kemiri mampu menguatkan rambut mulai dari akar hingga ujungnya.

3.    Menumbuhkan Rambut

Minyak kemiri dapat merangsang tumbuhnya rambut. Pemakaian minyak kemiri secara teratur dapat mencegha kerontokan dan menumbuhkan kembali rambut yang rontok bahkan lebih kuat dan sehat dari sebelumnya.

4. Menghitamkan Rambut

Minyak kemiri dapat membuat rambut mendapatkan kembali kemilaunya apapun  warna  rambut  tersebut.

5. Menghilangkan Ketombe

Caranya dengan mengoleskannya pada kulit kepala secara merata sambil dipijat-pijat secara lembut. Minyak kemiri dapat membersihkan kulit kepala dari kotoran yang menjadi bian gkeladi munculnya ketombe.

6. Merawat Kecantikan Kulit

Bukan hanya minyak zaitun yang berkhasiat menjaga kecantikan kulit tapi juga minyak kemiri. Kandungan antioksidan dalam minyak kemiri dipercaya mampu menjaga keremajaan kulit, menghilangkan keriput dan garis halus serta menangkal radikal bebas yang merugikan.

7. Menyuburkan Alis, Bulu Mata, dll

Seperti yang sudah diketahui, minyak kemiri berkhasiat menyuburkan dan menumbuhkan rambut. Itu berlaku untuk semua jenis rambut yang tumbuh pada tubuh manusia, termasuk alis, bulu mata, cambang, janggut dan kumis. Ambil minya kemiri dan campurkan dengan sedikit getah lidah buaya (berupa lendir dari daging daun lidah buaya) kemudian oleskan pada bagian tubuh yang ingin rambutnya subur, misalkan alis dan bulu mata. Pada pria bisa digunakan untuk melebatkan jenggot dan jambang biar terlihat macho 

Manfaat kemiri untuk pengobatan, Banyak manfaat tumbuhan kemiri yaitu mengobati sariawan, bukan cuma biji kemiri yang bermanfaat, namun bagian batang dan getahnya juga, salah satunya untuk mengatasi sariawan di mulut. Yang Anda perlukan adalah getah dari kulit batang pohon kemiri. Untuk mendapatkannya bisa dengan cara merobek kulit pohon kemiri dengan pisau, kemudian tunggu hingga getahnya keluar. Ambil getah tersebut dengan kapas dan tambahkan sedikit santan kelapa jika ada. Oleskan pada bagian mulut yang luka (terserang sariawan). Mengobati Sakit Gigi, Selain sariawan, sakit gigi juga bisa diobati dengan getah dan untuk mengobati pada diare (Arief, 2006).

 

 

 

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

1.      1. Upaya  pengembangan   bisnis   kemiri   masyarakat   dapat  dilakukan   dengan mengetahui   sasaran  pelanggan   yang   dituju,   nilai   yang   akan  diberikan,   melalui saluran    apa,  bagaimana   hubungannya    dengan   pelanggan    bisa   terjalin,    aliran pendapatannya,   potensi  sumberdaya  yang  dimiliki,

2.      2. Dalam  rencana produksi minyak kemiri didasarkan pada perhitungan kemampuan alat berproduksi dalam memproduksi minyak kemiri.

3.      3. Biaya tetap (Fixed Cost)  adalah biaya yang dikeluarkan oleh usaha pengolahan biji kemiri yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa yaitu produksi biaya pembelian alat pengelolaan biji kemiri.

4.      4. Biaya   variabel   pada   usaha   pengolahan   biji   kemiri   meliputi   biaya   bahan   baku,   biaya pekerja, dan biaya packing

5.    5. Manfaat Kemiri untuk Rambut, kemiri juga bermanfaat untuk kecantikan terutama yang berhubungan dengan rambut.

 

3.2 Saran

        Penulis menyadari sepenuhnya makalah ini masih banyak kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, untuk memperbaiki makalah tersebut penulis meminta kritik yang membangun.

  

DAFTAR PUSTAKA

 

Bachri S, Heryadi, Sri Jumiati. 2019. Analisis Perencanaan Bisnis (Business Plan)Usaha Pengolahan Minyak Kemiri (Studi Kasus di UPT KPH Kulawi Provinsi Sulawesi Tengah).

 

Gracia. 2018. Strategi Pengembangan  Bisnis Pada Usaha  Kemiri  Dengan  Pendekatan Business  Model Canvas (Bmc)Di  Desa Mattampapole, Kecamatan  Mallawa,  Kabupaten  Maros. Universitas Hassanudin. Makasar.

 

Raditya, D. 2011. Pengelolaan Ekonomi Sumberdaya Hutan. Penerbit Gadjah Mada Press. Bab 8 - 11 Halaman : 159 – 272.

 

Yusdar  M. 2015. Pengembangan Minyak Atsiri Tumbuhan Indonesia Sebagai Potensi Peningkatan Nilai Ekonomi.

 

 

                     

 

 




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jurnal Penilaian Hutan